
Foto: Mahasiswa KKN Universitas Mataram saat melakukan Pelatihan Pengolahan Tomat menjadi Saos dan selai
Darmaji (www.desadarmaji.web.id)- Perguruan Tinggi adalah lembaga mitra strategis Pemerintahan Desa. Berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dirasakan sangat membantu Pemerintah Dalam mewujudkan program-program strategis.
Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram di Desa Darmaji. Mahasiwa yang terdiri dari lintas Fakultas tersebut berbeda dengan yang lain. Mereka mampu melihat masalah dan peluang yang bisa dijadikan sebagai legacy (warisan) yang akan dikembangkan kedepan oleh Pemerintah.
Kelompok KKN Universitas Mataram di Desa Darmaji melakukan Pelatihan Pembuatan saos cabai dan selai tomat. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu (21/01/2026) tersebut melibatkan masyarakat dari unsur Pengurus PKK, Kader Posyandu dan pegiat UKMKM kurang lebih sebanyak 31 orang. Kegiatan ini merupakan porgram utama Kelompok KKN Unram di Desa Darmaji yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal.
” Kita ingn masyarakat Desa Darmaji memiliki keterampilan dalam menciptakan nilai tambah (Value Added) produk”. Kata Husenudin Hatmo, Ketua kelompok KKN Unram Desa Darmaji.
Husen juga menambahkan bahwa, hasil panen yang berlimpah kadang tidak selalu menguntungkan petani. Beberapa kejadian saat musim panen, harga komoditi pertanian justru anjlok. ” Kita ingin SUmber Daya Manusia di Desa Darmaji memiliki keterampilan mengeolah hasil pertanian terutama cabai dan tomat, agar saat hasil panen melimpah bisa diolah menjadi produk sehingga harga di tingkat petani lebih stabil”. Tambah Husen.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi dan menumbuhkan mental wirausaha.
Kepala Desa Darmaji, Suhaidi menyampaikan apresiasi atas program yang dilaksanakan oleh Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Mataram di desa nya. Menurut Suhaidi, Desa Darmaji termasuk desa yang memiliki potensi pertanian yang melimpah. ” Ini yang saya harapkan, ada pengolahan lanjutan dari produk pertanian di desa, sehingga masyarakat tidak hanya berfikir menjual hasil pertanian tanpa ada kegiatan industrialisasi yang menambah nilai produk”. Kata Suhaidi.
Suhaidi bahkan menyampaikan sekitar dua bulan yang lalu, harga tomat di Desa Darmaji hanya Rp. 400 sampai Rp. 500 saja. ” Dengan adanya keterampilan mengolah hasil pertanian, para petani tidak dirugikan saat panen melimpah, karena bisa di oleh menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi”. Jelas Suhaidi.
Senada dengan Kepala Desa Darmaji, Ketua TP PKK Desa Darmaji, Asti Emisi Habibah, ST menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Unram di Desa Darmaji adalah kegiatan yang luar biasa. ” Saya berharap kedepan KKN itu seperti ini, fokus pada kegiatan yang menghasilkan produk yang kedepan dapat dikembangkan di desa”. Ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kedepa, produk ini harus dikembangkan dan dibina terus menerus. ” saya komitmen untuk melakukan pembinaan”. Tambah Asti, yang juga merupakan Pembina Komunitas Pengrajin Pandan Desa Darmaji.
Saat ini, lahan pertanian di Desa Darmaji seluas 250 hektar, mayoritas dipenuhi tanaman padi, tapi dimusim tanam kedua, biasanya petani menanam berbagai jenis tanaman, diantaranya adalah tomat dan cabai. (SE)